Susahnya Memilih Vitamin Anak

Tak diragukan lagi bila dikatakan bahwa anak – anak jaman sekarang aktivitasnya sangat banyak . Mulai dari sekolah, les, dan seabrek kegiatan lainnya. Sangat berbeda situasinya dengan jaman -jaman kita yang masih memiliki banyak waktu bermain dan beristirahat. Sebagai orang tua, terutama seorang ibu, tentunya ingin sekali melihat anak – anak lincah, mudah bergaul, tumbuh sehat, dan mau melakukan segala aktivitasnya dengan baik.

Jika menilik iklan-iklan di televisi, radio, maupun media lainnya, banyak sekali produk suplemen dipromosikan. Mulai dari yang dapat meningkatkan nafsu makan, membuat anak tambah cerdas, atau menambah tinggi badan dan seterusnya. Informasi- informasi ini tak jarang membuat orang tua bingung sebenarnya perlu atau tidak anak kita diberi tambahan vitamin? Apakah tidak cukup dari makanan dan susu yang dikonsumsi setiap hari?

Kita mengetahui ada 5 jenis vitamin yang dikenal dan biasa dikonsumsi yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D,. dan Vitamin E. Vitamin sendiri sebenarnya adalah nutrisi yang dalam jumlah kecil diperlukan untuk pertumbuhan normal dan kesehatan tubuh. Vitamin bersifat esensial artinya asupannya harus didapat dari makanan atau suplemen, tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita sendiri. Jadi jika makanan anak anda sudah sesuai dengan zat gizi yang dianjurkan, yaitu terdiri atas karbohidrat 50-60%, protein 15-20%, dan lemak 20-25%,serta buah-buahan dan sayuran yang cukup, semestinya tubuh si anak tidak kekurangan vitamin. Namun yang sering terjadi adalah anak cenderung memilih-milih makanan dan menyukai cemilan dibandingkan makanan rumah yang bergizi. Hal ini bisa dimaklumi mengingat orang dewasapun terkadang mengalam hal yang sama. Untuk itulah, jika asupan gizi (termasuk vitamin) dirasa kurang, si ibu boleh memikirkan untuk memberikan suplementasi vitamin buat putra putrinya.

Tidak usah pusing dalam memilih vitamin anak. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih vitamin anak adalah :

  1. Hindari suplemen yang menjanjikan “ megadosis” atau dosis besar karena beberapa jenis vitamin yang sifatnya larut dalam lemak dapat tertimbun di jaringan bila diberikan dalam dosis besar
  2. Lihatlah komposisi suplemen secara teliti apakah sesuai dengan standar yang ditentukan. Jika ada informasi yang kurang jelas, tidak usah ragu bertanya kepada apoteker atau petugas apotik.
  3. Suplemen vitamin tidak dimaksudkan untuk menggantikan sumber vitamin alamiah seperti buah dan sayuran
  4. Pilihlah suplemen yang memang khusus diformulasikan untuk anak – anak dan mudah dikonsumsi, bukan suplemen untuk orang dewasa
  5. Perhatikan waktu kadaluwarsa produk suplemen
  6. Letakkan suplemen di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung
  7. Perhatikan dosis yang direkomendasikan
  8. Pastikan keamanan suatu produk suplemen dengan memilih suplemen yang sudah terdaftar di badan POM
  9. Pilihlah suplemen yang disukai anak – anak sehingga anak tidak merasa tertekan saat mengkonsumsinya
  10. Pilihlah suplemen yang memiliki nilai tambah dalam segi edukatif sehingga selain kebutuhan vitamin tercukupi, anak anda juga bisa belajar sesuatu, misalnya belajar mengenal warna, belajar mengenal huruf
  11. Jangan terpatok dengan harga yang mahal, yang paling penting adalah kelengkapan gizi dan dosis yang tepat
  12.  

    Dr Lydiawati.S